Trade News Secret: SLIPPAGE & RISK BY EQUITY

SLIPPAGE

Banyak trader menghindari rilis news high impact tentu beralasan. Selain mereka
menghindari pergerakan harga yang super cepat dengan arah yang hampir tidak bisa dianalisa secara teknikal, salah satu alasan lainya adalah saat sebuah news high impact dirilis mereka kerap menemukan harga pesanan (stop order) bahkan stop loss mereka tergeser dari posisi yang ditetapkan.

Kondisi ini adalah nyata pergerakan market, dengan kata lain saya ingin mengesampingkan “campur tangan” broker. Slippage pasti terjadi akibat ketimpangan indeks market saat sebuah data ekonomi berdampak itu dirilis. Sebagai contoh, jika sebuah kurensi dinyatakan menguat terhadap kurensi lawanya berdasarkan hasil data ekonomi yang dirilis, maka buyer akan segera memborong kuota harga yang tersedia, sedangkan pelaku lainya enggan melepas kurensi tersebut dalam harga yang rendah.

Disinilah akan terjadi kekosongan harga beli, seller baru akan melepasnya pada harga yang lebih tinggi berdasarkan kekuatan kurensinya. Kondisi ini yang digambarkan dalam istilah slippage atau bisa juga digambarkan dalam pola candle yang kosong dari shift sebelumnya ke shift berikutnya, atau kita kenal dengan “gap candle”. Dengan demikian harga kurensi tersebut baru dilepas pada patokan harga tertentu, sedangkan pesanan dibuat pada harga yang lebih rendah, akibatnya pesanan dan stop loss yang dibuat pada harga yang lebih rendah akan tergeser mengikuti harga yang ada.

Jika slippage membuat pesanan harga tergeser, maka posisi yang seharusnya profit lebih besar bisa kehilangan potensi beberapa pips profit sebesar jumlah poin yang tergeser. Parahnya lagi, jika slippage mampu menggeser posisi stop loss, maka batas kerugian yang sedianya kita siapkan 20 pips bisa tergeser melebar dan kerugian bisa melebihi batasan yang sudah ditetapkan. Bayangkan jika batas kerugian yang ditetapkan hanya 20 pips kemudian bergeser menjadi 25, 30, 40 pips bahkan lebih.

RISK BY EQUITY

Menghindari posisi stop loss yang tergeser slippage dan berdampak melebarkan batas kerugian yang ditetapkan, maka RISK BY EQUITY menjadi salah satu alasan kuat untuk ditetapkan sebagai salah satu TRADE NEWS SECRET.

Ketika stop loss ditetapkan 20 pips, maka yang harus disiapkan adalah equity sebesar ketahanan terhadap 20 pips tersebut. Equity yang ditradingkan adalah sebesar kesiapan resiko yang dibarterkan. Full Margin, barangkali istilah ini lebih banyak dikenal. Ya, sebagai contoh Anda siap kehilangkan resiko sebesar $10, maka trade lots yang digunakan adalah 100% dari equity tersebut, jika kemudian posisi Anda salah dan terjadi slippage menggeser stop loss maka Anda hanya akan kehilangan equity sesuai yang sudah Anda siapkan yakni $10 setara ketahanan 20 pips.

Agar lebih mudah menghitung trade lots yang digunakan, Anda bisa menggunakan perhitungan (formula) pada tabel-tabel di MS. Excel, atau Anda bisa menggunakan tools yang akan membuat perhitungan trade lots dan membuka posisi secara otomatis berdasarkan equity dan stop loss yang ditetapkan.

Metode ini akan sangat membantu trade news Anda untuk menggunakan model Risk & Reward Ratio yang terukur baik. Rasio Risk berbanding Reward terendah yang baik adalah 1:1.5, lebih disukai rasio minimal adalah 1:3. Tentunya rasio 1:5 bahkan 1:8 adalah rasio idaman, dalam kenyataanya rasio ini masih bisa kita dapatkan dalam kasus news besar dengan spike price yang stabil.

UNTUK ITULAH SYSTEM INI MEWAJIBKAN ANDA

Untuk memiliki minimal 2 buah akun terpisah, keduanya atau semua dengan identitas, data dan email yang sama. Maksudnya, Anda harus bisa menyimpan seluruh total modal trading Anda pada akun yang terpisah, saat akan menghadapi sebuah rilis news besar, pastikan akun yang di tradingkan terisi maksimal 10% dari total modal yang disiapkan.

Cara mengisi dan memindahkan dana dari satu akun ke akun lainya (dari akun bank ke akun trading atau sebaliknya) adalah dengan fasilitas internal transfer yang disediakan broker Anda.

MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI SLIPAGE MELEBAR SAAT RILIS NEWS

Slippage atau kekosongan harga pada gap tertentu seringkali menjadi momok bagi para trader terutama trader yang lebih sering mengambil momentum saat dirilisnya sebuah news dengan dampak tinggi (news high impact).

Kondisi ini menurut sebagian trader seringkali menjadi bagian yang terlibat dalam kerugian transaksi mereka. Slippage yang besar sebenarnya biasa terjadi pada pergantian pekan, akan terlihat dari terbentuknya gap (jarak kekosongan harga) dari candle pada penutupan hari Jumat dengan candle pada pembukaan hari Senin pekan berikutnya.

Jika Anda meninggalkan posisi BUY misalnya sejak Jumat dan masih terbuka sampai dengan pembukaan market hari Senin, dan pada pembukaan market Senin terjadi gap sebesar 30 pips (misal pada harga 1.2100) sedangkan Anda menyiapkan TP pada posisi Buy tersebut di harga 1.2080 maka posisi TP 1.2080 itu akan ditutup pada 1.2100 pada saat gap Senin terjadi. Anda tentu mendapat keuntungan lebih sebesar 20 pips karena TP Anda di harga 1.2080 tidak tersedia.

Slippage juga pasti terjadi pada saat sebuah news high impact dirilis. Sebenarnya slippage ini baru akan terbentuk apabila adanya ketidak seimbangan antara supply & demand, adanya penguatan yang tidak berimbang dari salah satu kurensi terhadap kurensi lainya. Kekuatan inilah yang menentukan seberapa lebar slippage tersebut akan terbentuk.

Sebagian kecil trader, terutama trader yang sering menjadikan rilis news high
impact sebagai lahan pendongkrak balance di akunya justru menjadikan slippage ini sebagai sebuah momentum untuk mendapatkan keuntungan lebih dibandingkan tanpa terjadinya slippage.


Skenario Memanfaatkan Slippage Besar saat News High Impact
Siapkan dua buah pair berlawanan sesuai kurensi news yang dirilis. Misalkan pada saat news AUD kita bisa menyiapkan pair AUDUSD & EURAUD, Dalam akun tersebut siapkan dana (equity) sesuai risk yang akan kita habiskan (Risk by Equity). Gunakan ketahanan maksimal (penggunaan Stop Loss hanya untuk menghitung trade lots agar tidak gagal entry/transaksi).

Sebagai contoh kita menggunakan Stop Loss 10, 15 atau 20. Misal kita siapkan equity $10 di akun tersebut dan ketahanan menggunakan SL10, maka kita akan mendapatkan trade lots 0.10 untuk leverage 1:1000 (leverage ini disarankan untuk mendapatkan profit optimal).

Dengan trade lots 0.10, potensi profit jika terjadi candle spike 50 pips adalah $50 (500%), sedangkan jika loss kita hanya kehilangan $10. Artinya secara probabilitas kita mendapatkan yang terbaik, untuk contoh ini Risk:Rewardnya menjadi 1:5.

Selanjutnya, dari kedua pair yang disiapkan kita hanya akan melihat peluang dari pergerakan candle di detik-detik terakhir sebelum news dirilis. Saya lebih sering mengintip pergerakan candle ini pada detik 52 s.d 58 atau 8 detik hingga 2 detik jelang rilis news. Peluang yang dicari adalah dari indikasi terbentuknya pergerakan bullish di detik akhir tersebut. Indikasinya adalah candle bergerak dari bawah keatas dan meninggalkan shadow dibawah candle pada detik 52-58 tadi. Namun demikian, untuk melengkapi strategy ini saya sangat menyarankan untuk selalu melihat history dari news yang sama yang dirilis pada bulan-bulan periode sebelumnya.

Kuncinya adalah Anda hanya mengambil momentum bullish dari salah satu pair diantara dua yang telah disediakan, atau hanya mengambil entry posisi untuk BUY saja. Jika ditemukan indikasi bullish pada salah satu pair, satu pair lainya tidak perlu dieksekusi. Alasan hanya pengambilan momentum bullish (dengan hanya mengambil opsi BUY) adalah agar entry posisi kita tidak terseret kemungkinan terjadinya peak spread yang lebar. Saya rasa Anda faham, bahwa peak spread hanya akan melebarkan Ask Price dari Bid Price, sementara itu pengambilan entry BUY dilakukan pada Ask Price dengan Stop Loss pada Bid
Price, berbeda dengan entry SELL yang diambil pada Bid Pricedengan Stop Loss pada Ask Price, yang mana Stop Loss akan mudah dicapai oleh peak spread yang melebarkan Ask Price keatas.

Teknikal strategy lain yang perlu dipersiapkan adalah dengan memasang daily/weekly pivot dan atau daily fibonacci. Saya tidak akan membahas mengenai penggunaan pivot dan fibonacci dalam artikel kali ini. Dan hal penting lainnya, karena kecepatan pergerakan harga dan perubahan spread yang sangat cepat dan liar, maka perlu disediakan sebuah tools dalam pengambilan entry posisi sekaligus bisa mengambil potensi keuntungan dengan mengunci posisi stop loss sebagai stop loss positif (SL+). Saat terjadi slippage yang besar
maka SL+ terkecil Ada akan berpindah atau dieksekusi menjadi sebesar slippage yang terbentuk.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »